Mengenal Presiden Pertama RI dengan Berkunjung ke Kompleks Makam Bung Karno

Kompleks Makam Bung Karno

Siapa yang tidak kenal Presiden Republik Indonesia yang pertama? Ya, Soekarno atau sering disebut Bung Karno. Dilahirkan di Surabaya pada 6 Juni 1906, Bung Karno dilahirkan sebagai pemimpin yang jasanya tidak pernah dilupakan. Itu memainkan peran yang menentukan dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia di mana kita sekarang hidup.

Masa kecilnya dihabiskan di kediaman Kediri, yang sekarang dibagi menjadi beberapa kota. Di kediaman Kediri, ia menghabiskan sebagian besar waktunya dengan kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo. Setelah itu, dia pindah di akhir hidupnya. Dia meninggal di Jakarta, keluarganya memutuskan untuk dimakamkan di Blitar. Sampai sekarang makamnya digunakan sebagai kompleks wisata sejarah.

Jika Anda mengunjungi Jawa Timur, itu tidak lengkap jika Anda tidak mengunjungi Makam Bung Karno. Kompleks Makam Bung Karno sangat mudah diakses karena lokasinya di pusat Kota Blitar. Makam Bung Karno terletak di Jalan Ir. Soekarno No. 154, Kec. Sananwetan, Kota Blitar. Parkir di kompleks ini sangat besar sehingga tidak perlu khawatir. Dari area parkir Anda hanya perlu berjalan kaki 5 hingga 7 menit ke makam Bung Karno.

Dalam perjalanan ke makam, Anda akan menemukan banyak pedagang suvenir khas Blitar mulai dari kemeja, gelang, kalung, gantungan kunci, dan banyak lagi. Salah satu kenangan paling terkenal dari daerah ini adalah drum. Drum yang diproduksi oleh pengrajin telah diekspor ke luar negeri. Di depan Kompleks Makam Bung Karno, Anda akan menemukan Perpustakaan dan Galeri Bung Karno. Di perpustakaan ada banyak koleksi buku khusus yang hanya ada di berbagai perpustakaan nasional.

Perpustakaan ini didirikan pada tahun 2004 dan dibuka oleh Megawati Soekarno Putri. Di sebelah perpustakaan adalah Galeri Bung Karno. Di dalamnya ada foto-foto ketika dia masih hidup dan tinggal di Blitar. Selain itu, ada juga lukisan pahlawan yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Soekarno seperti Bung Hatta, Moh. Yamin dan banyak lainnya. Yang menarik dari galeri ini adalah lukisan Bung Karno yang berdetak. Jika dilihat dari samping, lukisan-lukisan Bung Karno tampaknya memiliki detak jantung. Entah itu benar atau hanya tipuan mata, tetapi semua wisatawan yang datang ke sana bisa melihatnya dengan jelas.

Berjalan lebih dalam, Anda akan menemukan ukiran di dinding yang mengarah ke makam pemberita. Sebelum memasuki makam, Anda harus terlebih dahulu mendaftar dan membayar Rp. 3.000 untuk biaya perawatan serius. Saat memasuki Makam Bung Karno, ada sebuah masjid kecil di sisi kiri dan sebuah paviliun di sisi kanan. Kuburan Bung Karno sendiri tidak pernah sepi dari pengunjung.

Setiap kelompok pengunjung yang datang pasti akan berdoa bersama dan menanam bunga di makamnya. Setelah berdoa dan menanam bunga, Anda dilarang pergi melalui pintu masuk. Anda akan diarahkan ke pasar oleh-oleh. Di dalamnya Anda bisa membeli oleh-oleh khas kota Blitar dan pernak-pernik yang berbau Bung Karno. Selain itu, Anda harus mencoba berbagai hidangan kuliner di sekitar kuburan.

Rekomendasi untuk camilan yang mudah ditemukan dan harganya murah adalah ice drop. Tetesan es khas Blitar berbentuk seperti es lilin dan memiliki banyak rasa. Harganya hanya Rp. 3.000 per potong. Es ini banyak dijual oleh orang tua yang mengendarai sepeda dengan stoples es merah dan kiri.

Tidak ada salahnya mengunjungi makam Bung Karno untuk mengenang jasa-jasanya dan bertemu para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Bung Karno sendiri menyampaikan pidato dan mengungkapkan bahwa bangsa yang hebat adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Jadi, mari kita kunjungi Makam Bung Karno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*