Pesona Wisata Kota Bukit Tinggi

Sumatera Barat memanglah memiliki Padang bagaikan bunda kotanya. Tetapi di situ pula terdapat satu kota yang tidak kalah populer, ialah Bukittinggi. Di situ, tersimpan bermacam- macam energi tarik wisata buat dieksplorasi.

Sepanjang ini Sumatera Barat diketahui bagaikan salah satu daerah di Nusantara yang bertabur keelokan alam. Salah satu kota yang umumnya tidak luput jadi singgahan para turis merupakan Bukittinggi.

Kota Bukittinggi terletak di Pegunungan Bukit Barisan, dekat 90 kilometer dari Kota Padang. Letaknya terdapat di tepi Ngarai Sianok serta dikelilingi 2 gunung, ialah Gunung Singgalang serta Gunung Marapi.

Sebab terletak di ketinggian 909 sampai 941 mdpl, daerah Bukittinggi mempunyai hawa yang lumayan sejuk. Wilayah ini pula terkesan asri serta hijau, sangat sesuai disambangi untuk yang mau menyegarkan benak.

Memiliki Banyak Peran

Soal nama Bukittinggi yang unik, nyatanya terdapat cerita menarik di baliknya. Bagi sejarah, di daerah Kota Bukittinggi tadinya terdapat suatu pasar yang ramai didatangi orang. Sehabis dikunjungi Belanda, daerah itu dijadikan bagaikan pusat pertahanan mereka kala melawan Kalangan Padri.

Belanda membangun suatu benteng pertahanan yang diketahui dengan nama Fort de Kock di Bukit Jirek. Benteng ini jadi simbol berhasilnya Belanda dalam menduduki Sumatera Barat, serta mengambil alih kekuasaan atas daerah Bukittinggi, agam, serta Pasaman. Di tangan Belanda, daerah itu setelah itu tumbuh jadi kota serta pusat perdagangan.

Beda cerita dikala Bukittinggi dipahami oleh Jepang. Di masa itu, Bukittinggi berfungsi bagaikan pusat pengendalian pemerintahan militer Jepang buat kawasan Sumatera sampai Singapore serta Thailand. Kota ini jadi tempat komandan militer ke- 25 Kempetai yang terdapat di dasar pimpingan Mayor Jenderal Hirano Toyoji.

Pasca kemerdekaan Indonesia, Bukittinggi diresmikan bagaikan Bunda Kota Provinsi Sumatera. Sebagian tahun setelahnya, Bukittinggi secara darurat pernah ditunjuk jadi Bunda Kota Indonesia pada masa pemerintahan darurat sehabis Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.

Tembok Tiongkok serta Big Ben

Saat ini, Bukittinggi memiliki kedudukan baru, ialah jadi kota wisata yang mempunyai banyak objek pariwisata yang seru buat dijelajahi. Salah satunya, rumah si proklamator, Mohammad Hatta yang lahir di Bukittinggi. Rumahnya terdapat di Jalur Soekarno Hatta Nomor. 37, Bukittinggi. Bangunan ini masih awet terpelihara serta dijadikan museum yang ramai didatangi turis.

Tidak hanya dapat memandang kediaman asli Mohammad Hatta, kita pula dapat memandang indahnya Ngarai Sianok yang membentang dari ngarai Koto Gadang hingga Sianok Anam Suku serta berakhir di Kecamatan Palupuh. Pemandangannya sangat luar biasa, sebab terdapat jurang, lembah, serta sungai Batang Sianok.

Uniknya, Bukittinggi memiliki tiruan ikon bermacam negeri, lho. Di situ terdapat tiruan Tembok Besar Tiongkok serta pula Big Ben. Jadi, buat yang mau merasakan sensasi berkunjung ke situ, saat ini tidak butuh jauh- jauh berangkat ke luar negara.

Tembok Besar Tiongkok ala Bukittinggi yakni Janjang Koto Gadang, yang menghubungkan kawasan Bukittinggi serta Agam. Panjangnya dekat satu km serta dilengkapi 2 pintu masuk. Jika telah ke situ, jangan kurang ingat buat mengabadikan panorama alam yang begitu indah, ya.

Tidak hanya itu, terdapat kembaran Big Ben yang lebih dahulu diketahui bagaikan ikon Kota Bukittinggi. Ya, seperti itu Jam Gadang yang dibentuk pada tahun 1926. Walaupun tingginya berbeda, tetapi mesin yang dipunyai kedua jam tersebut sama, mesin jam buatan Vortmann Relnghausen asal Jerman. Kabarnya, sampai saat ini Relinghausen cuma memproduksi 2 mesin saja, yang sampai saat ini masih aktif menghidupkan Big Ben serta Jam Gadang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*