Taman Lansia di Bandung

Taman Lansia di Bandung

Suatu hari, ketika sedang berlibur, saya mengajak anak-anak jalan-jalan pagi di sekitar rumah. Kami menyeberang Jalan Cihapit, lalu menyeberang Jalan Taman Cibeuying, hingga akhirnya kami tiba di Jalan Cisangkuy. Perlu diketahui bahwa di daerah sekitar Gedung Sate ada banyak taman. Sejak Pak Ridwan Kamil menjadi Walikota Bandung, taman-taman tersebut telah direnovasi sedemikian rupa dan diberi tema. Diantaranya adalah Taman Cibeuying dan Taman Lansia. Yang saya maksud di sini adalah Nursing Home.

Sesuai namanya, taman ini ditujukan untuk orang tua yang ingin berjalan-jalan di taman. Ternyata, ketika saya sampai di sana, banyak orang jogging atau berjalan di sana di pagi hari. Tidak hanya orang tua, tetapi lebih banyak orang tua berusia antara 30 dan 60 tahun. Jadi saya dan anak-anak berkumpul untuk berjalan. Ternyata berlari itu sangat bagus. Kami tidak panas karena taman penuh dengan pohon-pohon rindang, dan sejauh mata memandang, semuanya tampak hijau, sehingga mata juga menjadi segar.

Di taman jalan dibuat untuk berjalan di sekitar taman, yang dapat dilewati oleh dua orang berjalan bersama. Lintasannya tidak rata seperti di GOR, tapi ada jalur menanjak, lalu menurun. Ada juga banyak tempat duduk dengan meja untuk orang duduk di sana. Di tengah juga ada jembatan, dengan langkah-langkah bagi orang untuk naik dan turun. Di salah satu bagian taman, ada jalan setapak di mana ada banyak batu kecil, sehingga orang berjalan tanpa alas kaki, katanya bagus untuk kesehatan karena batu-batu itu akan menekan saraf di telapak kaki.

Selain berlari, ada juga banyak orang yang datang untuk mengambil foto. Ada sekelompok mahasiswa yang datang, sepertinya mereka belajar fotografi. Ada juga keluarga yang membawa bayi mereka untuk difoto. Bahkan ada seorang wanita cantik yang terlihat seperti model fotografi, juga dipimpin oleh fotografer di sana.

Sejak itu saya memutuskan untuk mengubah berlari dari GOR ke Taman Lansia. Alasan utamanya adalah, selain lebih dingin di sana, sepatuku juga tidak kotor karena tanah merah yang dulunya merupakan lintasan lari.

Bagaimanapun, pada hari-hari tertentu, ada juga kelompok yang melakukan aerobik. Jika saya tidak salah, setiap hari Rabu dan Jumat sebuah lagu dari kaset yang dibawakan oleh instruktur dimainkan, maka mereka mulai pukul 7.30-8.30 untuk senam. Tidak hanya ibu, tetapi juga banyak ayah.

Sekarang, setelah selesai olahraga, yang serius ada di sekitar taman tua, ada banyak warung makan, mulai dari ayam penyet, bubur, tahu kupat, nasi kuning, dll. Ada juga banyak restoran asyik untuk nongkrong, misalnya, yogurt Cisangkuy, yang telah terkenal sejak zaman kuno, ada pasar Cisangkuy, dll. Bahkan di dalam taman juga ada banyak penjual bakso cuanki Bandung. Jadi, setelah membuang-buang kalori, kita mungkin tergoda untuk langsung mengisi kembali kalori dengan camilan di sekitar Nursery.

Ada satu hal lagi yang menarik, terutama bagi wisatawan dari luar kota, terutama pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur, di luar Taman Tetua Anda akan menemukan banyak kuda. Wisatawan dapat menyewa kuda, ditemani oleh massa yang membawa kuda, membayar sekitar Rp. 15.000 – 25.000 untuk putaran di luar taman. Anak-anak umumnya suka menunggang kuda. Ada juga delman yang bisa dikendarai oleh keluarga. Juga bagus untuk foto saat menunggang kuda ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*